Sabtu, 12 Mei 2012

Unsur Zn


            

          Pembimbing: I Ketut Suryawirawan
                 Makalah Kimia Anorganik
   Unsur Zn






Disusun oleh:

III C


Fasdilah Ali
Khaerun Nisa
Nursamsi Erika



KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Makalah Kami yang berjudul “Unsur Zn” dapat terselesaikan.
Penyusunan makalah kami ini dapat terselesaikan karena adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini Kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.  Bapak I Ketut Suryawirawan sebagai Guru Mata Pelajaran Kimia Anorganik Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar.
2.   Teman-teman sekalian yang senantiasa bekerja sama dan memberikan motivasi kepada Kami, sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam tugas makalah ini banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, olehnya itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca untuk penyusunan selanjutnya.
Makassar,  08 Mei 2012


                                       Kelompok X







DAFTAR ISI





Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................ iii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... 1
DAFTAR ISI......................................................................................................... 2
PENDAHULUAN...........................................................................................   3-4
ISI.......................................................................................................................... 4
PENGERTIAN ZINK (ZN) .................................................................   5
KARAKTERISTIK...............................................................................   8
SIFAT FISIKA ZINK...........................................................................   8
SIFAT KIMIA ZINK............................................................................   9
PERSENYAWAAN..............................................................................   9
KEGUNAAN ZINK.............................................................................. 10
PROSES PENGOLAHAN SENG ........................................................ 12
PENUTUP........................................................................................................... 13
Kesimpulan............................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 14







PENDAHULUAN

SIFAT–SIFAT UNSUR KIMIA GOLONGAN 2B

            Secara umum golongan IIB sering disebut juga sebagai golongan Zink. Golongan IIB  Terdiri dari :
- Zink (Zn)
- Kadmium (Cd)
- Merkuri (Hg)
Unsur diatas mempunyai 2 elektron s terluar dengan sub kulit d terisi penuh.
No
UNSUR
NO. ATOM
KONFIGURASI ELEKTRON
1.
Zink
30
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
2.
Kadmium (Cd)
48
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10
3.
Merkuri (Hg)
80
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10
4.
Ununbium (Uub)
112
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 5f14 6d10


Dibawah ini adalah beberapa sifat dari golongan IIB :
ü Jari-jari elektron dari atas ke bawah semakin besar, sebab jumlah kulit elektron semakin banyak.
ü Energi ionisasi (Energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau suatu ion dalam keadaan gas) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab jari-jari atom semakin besar, sehingga daya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin lemah.
ü Titik leleh (mp) dan titik didih (bp) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab energi kohesi (Energi tarik-menarik atom yang satu dengan lainnya) semakin kecil, sehingga diperlukan suhu yang rendah untuk memutuskan ikatan antar atom.
ISI
PENGERTIAN ZINK (ZN)
            Zink atau Seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom relatif 65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764. Seng (bahasa Belanda: zink) adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).
Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.
Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh. Terdapat sekitar dua milyar orang di negara-negara berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga dapat menyebabkan banyak penyakit. Pada anak-anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan pertumbuhan, memengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi, diare, dan setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak di seluruh dunia. Konsumsi seng yang berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan defisiensi tembaga. Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai bahan bangunan.

 

KARAKTERISTIK

Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau. Seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal heksagonal.Lehto 1968. Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100 sampai dengan 150 °C. Di atas 210 °C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat dihancurkan menjadi bubuk dengan memukul-mukulnya. Seng juga mampu menghantarkan l.

Keterangan Umum Unsur
seng, Zn, 30
12, 4, d
abu-abu muda kebiruan
65,409(4)  g/mol
[Ar] 3d10 4s2
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 18, 2
Ciri-ciri fisik
7,14 g/cm³
6,57 g/cm³
692,68 K
(419,53 °
C, 787,15 °F)
1180 K
(907 °
C, 1665 °F)
7,32 kJ/mol
123,6 kJ/mol
(25 °C) 25,390 J/(mol·K)
P/Pa
1
10
100
1 k
10 k
100 k
pada T/K
610
670
750
852
990
(1185)
Ciri-ciri atom
Heksagonal
2 (Oksida amfoter)
pertama: 906,4 kJ/mol
ke-2: 1733,3 kJ/mol
ke-3: 3833 kJ/mol
Jari-jari atom (terhitung)
Lain-lain
(20 °C) 59,0 nΩ·m
(300 K) 116 W/(m·K)
(25 °C) 30,2 µm/(m·K)
Kecepatan suara
(pada wujud kawat)
(suhu kamar)
(kawat tergulung) 3850
m/s
108 Gpa
43 Gpa
70 Gpa
0,25
2,5
412 Mpa
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP
64Zn
48,6%
Zn stabil dengan 34 neutron
65Zn
syn
244,26 hari
-
65Cu
1,1155
-
66Zn
27,9%
Zn stabil dengan 36 neutron
67Zn
4,1%
Zn stabil dengan 37 neutron
68Zn
18,8%
Zn stabil dengan 38 neutron
70Zn
0,6%
Zn stabil dengan 40 neutron

Kadar komposisi unsur seng di kerakbumi adalah sekitar 75 ppm (0,007%). Hal ini menjadikan seng sebagai unsur ke-24 palingmelimpah di kerak bumi. Tanah mengandung sekitar 5±770 ppm seng dengan rata-ratanya 64ppm. Sedangkan pada air laut kadar sengnya adalah 30 ppb dan pada atmosfer kadarnyahanya 0,1±4 µg/m3. Logam Zn umumnya tidak bereaksi dengan molekul air. Ion pelindungtidak akan melarutkan lapisan Seng Hidroksida (Zn(OH)2) dengan ion OH terlarut. Reaksi inidapat dituliskan :
Zn2  + 2OH Zn(OH)2 (s)
Seng akan bereaksi dengan ion H+, sesuai reaksi 

Zn(s) + 2H+ →Zn2+ (aq) + H2(g)


Reaksi ini melepaskan hydrogen, dimana terjadi letupan oksigen.
Garam Zn dapat menyebabkan tingginya kekeruhan bila konsentrasinya terlalu tinggi. Akumulasi Zn dapat membuat air menjadi berasa tidak enak umumnya sekitar 2 mg Zn2+/L.Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik.Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100°C sampai dengan 150 °C. Di atas 210 °C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapatdihancurkan menjadi bubuk dengan memukul-mukulnya. Seng juga mampu menghantarkanlistrik. Dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik lebur (420 °C) dan tidikdidih (900 °C) yang relatif rendah. Dan sebenarnya pun, titik lebur seng merupakan yangterendah di antara semua logam-logam transisi selain raksa dan kadmium.

Keberadaan Zink (Zn)
            Seng tidak diperoleh dengan bebas di alam, melainkan dalam bentuk terikat. Mineral yang mengandung seng di alam bebas antara lain kalamin, franklinit, smithsonit (ZnCO3), wilenit, zinkit (ZnO) serta dapat dijumpai dalam sfalerit atau zink blende (ZnS) yang berasosiasi dengan timbal sulfida. Dalam pengolahan seng, pertama-tama bijih dibakar menghasilkan oksida, kemudian direduksi dengan karbon (kokas) pada suhu tinggi dan uap zink yang diperoleh diembunkan. Atau oksida dilarutkan dalam asam sulfat, kemudian zink diperoleh lewat elektrolisis.
Sifat Fisika Zink (Zn)
NO.
KLASIFIKASI
SIFAT ZINK
1
Penampilan
Abu-abu muda kebiruan
2
Fase
Padat
3
Massa Jenis
7,14 g/cm3
4
Titik Lebur
692,68 K
5
Titik Didih
1.180 K
6
Kalor Peleburan
7,32 kJ/mol
7
Kalor Penguapan
123,6 kJ/mol
8
Kapasitas Kalor
25,390 J/(mol.K)
9
Elektronegativitas
1,65
10
Energi Ionisasi
(1) 906,4 kJ/mol
(2) 1.733,3 kJ/mol
(3) 3.833 kJ/mol
11
Jari-jari atom
135 pm
12
Jari-jari kovalen
131 pm
13
Jari-jari Van Der Waals
139

Sifat Kimia Zink (Zn)
            Zn tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan dengan struktur kristal heksagonal.
a. Reaksi dengan udara
Seng terkorosi pada udara yang lembab. Logam seng dibakar untuk membentuk seng (II) oksida yang berwarna putih dan apabila dipanaskan lagi, maka warna akan berubah menjadi kuning.
2Zn(s) + O2(g) → 2ZnO(s)
b. Reaksi dengan halogen
 Seng bereaksi dengan bromine dan iodine untuk membentuk seng (II) dihalida.
Zn(s) + Br2(g) → ZnBr2(s) Zn(s) + I2(g) → ZnI2(s)
c. Reaksi dengan asam
Seng larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk gas hidrogen.
Zn(s) + H2SO4(aq) → Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan bergantung pada kondisi yang tepat.
d. Reaksi dengan basa
            Seng larut dalam larutan alkali seperti potassium hidroksida dan KOH untuk membentuk zinkat.
Persenyawaan
a.    Zink klorida (ZnCl2)
            Senyawa ini bersifat molekuler, bukan ionik karena memiliki titik leleh nisbi rendah dan mudah menyublim.
b.   Zink oksida (ZnO)
Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat dengan basa. Zink oksida dibuat melalui oksida zink panas di udara.
c. Zinkat
       Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam alkali. Rumusnya sering ditulis ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2- terkoordinasi dengan ion OH-. Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.
d. Zink blende
Struktur krital dengan atom zink yang dikelilingi oleh empat atom sulfur pada sudut-sudut tetrahedron, setiap sulfur dikelilingi oleh empat atom zink. Kristal ini tergolong sistem kubus.
e. Zink sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa ini kehilangan air diatas 30°C menghasilkan heksahidrat dan molekul air selanjutnya dilepaskan diatas 100°C menghasilkan monohidrat. Garam anhidrat terbentuk pada 450°C dan ini mengurai diatas 500°C.
f.  Zink sulfide (ZnS)
Menyublim pada 1180 °C.
g. Zink hidroksida Zn(OH)2
Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan ammonia kuat berlebih.

Kegunaan Zink (Zn)
            Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai bahan bangunan.
Dalam industri zink mempunyai arti penting:
Ø Melapisi besi atau baja untuk mencegah proses karat.
Ø Digunakan untuk bahan baterai.
Ø Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan logam, penyepuhan listrik dan metalurgi bubuk.
Ø Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk industri kosmetik (mencegah kulit agar tidak kering dan tidak terbakar sinar matahari), plastik, karet, sabun, pigmen warna putih dalam cat dan tinta (ZnO).
Ø Zink dalam bentuk sulfida digunakan sebagai pigmen fosfor serta untuk industri tabung televisi dan lampu pendar.
Ø Zink dalam bentuk klorida digunakan sebagai deodoran dan untuk pengawetan kayu.
Ø Zink sulfat untuk mordan (pewarnaan), stiptik (untuk mencegah pendarahan), sebagai supply seng dalam makanan hewan serta pupuk.
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan manusia/hewan dan terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-2,5 gram seng. Tiga perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat lambat. Dalam konsentrasi tinggi seng ditemukan juga pada iris, retina, hepar, pankreas, ginjal, kulit, otot, testis dan rambut, sehingga kekurangan seng berpengaruh pada jaringan-jaringan tersebut. Di dalam darah seng terutama terdapat dalam sel darah merah, sedikit ditemukan dalam sel darah putih, trombosit dan serum. Kira-kira 1/3 seng serum berikatan dengan albumin atau asam amino histidin dan sistein. Dalam 100 ml darah terdapat 900 ml seng dan dalam 100 ml plasma terdapat 90-130 mg seng. Seng terlibat pada lebih dari 90 enzim yang hubungannya denga metabolisme karbohidrat dan energi, degradasi/sintesis protein, sintesis asam nukleat, biosintesis heme, transpor CO2 (anhidrase karbonik) dan reaksi-reaksi lain.
Pengaruh yang paling nyata adalah dalam metabolisme, fungsi dan pemeliharaan kulit, pankreas dan organ-organ reproduksi pria, terutama pada perubahan testosteron menjadi dehidrotestosteron yang aktif. Dalam pankreas, seng ada hubungannya dengan banyaknya sekresi protease yang dibutuhkan untuk pencernaan.




PROSES PENGOLAHAN SENG
Proses pembuatan seng dari bahan mentah hingga bahan jadi dimulai dari prosespemotongan bahan baku kemudian dijadikan dalam bentuk road coil roll (dalam keadaangulungan lapis), bahan mentah yang sering digunakan adalah berupa seng yang banyakditambang adalah sfalerit (seng sulfida). Setelah mendapatkan bahan mentah yang akandijadikan bahan jadi dengan proses pencucian dengan air yang bersuhu 70-80 derajat celcius,hal ini bertujuan agar unsur yang ada pada bahan mentah yang merupakan hasil dari bahantambang bersih dari unsur lain.Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan proses pelapisan baja dengan menggunakanammonium dan zat aditif lainnya, hal ini bertujuan agar seng dapat tampang mengkilat dantidak mudah berkarat. Selanjutnya setelah melalui proses pelapisan baja hasil dari pelapisantersebut dikeringkan dengan melewati mesin pengeringan dengan suhu 500 derajat celciussehingga seng dan lapisan baja beserta zat aditif lainnya dapat menyatu dengan seng dalambentuk plat. Setelah itu didinginkan, seng dalam bentuk plat disusun rapi kemudian terakhir dimasukkan ke mesin gelombang sehingga dapat terbentuk plat seng yang pipih elastis danbergelombang rapi. Selanjutnya setelah melewati berbagai tahapan dan telah berbentukgelombang dan rapi maka seng siap didistribusikan kepasaran.










PENUTUP


Kesimpulan
1.    Seng merupakan unsur kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massaatom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik.
2.    Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).
3.    Sifat fisiknya adalah Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau.
4.  Kadar komposisi unsur seng di kerak bumi adalah sekitar 75 ppm (0,007%). Hal inimenjadikan seng sebagai unsur ke-24 paling melimpah di kerak bumi dengan limaisotop stabil.
5. Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode pertama seperti nikel dantembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna.
6.  Proses pembuatan seng diambil dari bahan mentah dalam bentuk gulungan lapis dankemudian diolah dengan ammonisium dan zat aditif lainnya kemudian di lapisi zat baja,setelah itu didinginkan dan dimasukkan kedalam mesin gelombang dan siapdidistribusikan.















Daftar Pustaka

  • online. http://jawaposting.blogspot.com/2010/01/makalah-pengertian-zn- eng.htmlhttp://smk3ae.wordpress.com/2009/02/18/metode-pengolahan-seng-zn-suatu-tinjauan-pada-instalasi-pengolahan-air/. (Diakses 08 Mei 2012)

  • online.  http://wawanhermawan74.blogspot.com/2011/01/whsifatsifat-unsur-kimia-golongan-2b.html. (diakses 08 Mei 2012).
  • online. Http:// id.wikipedia.org/wiki/Seng. (diakses 08 Mei 2012)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar